Wakil Bupat Mamuju Tengah,Dr.H.Askary Anwar.S.Sos., M.Si., Partisipasi Masyarakat Dan Pemerintah Adalah Kunci Keberhasilan.

MATENG , " Jurnal Pendidikan Kuaat.Com.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary Anwar.S.Sos., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kecamatan Budong-Budong atas pelaksanaan Malam Ramah Tamah peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 yang dipusatkan di Desa Kire. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan pesan penting terkait kesiapan menghadapi cuaca ekstrem dan larangan membakar lahan.
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena atas rahmat-Nya acara silaturahmi ini dapat berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
"Kecamatan Budong-Budong adalah salah satu kecamatan yang paling meriah dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Terlihat dari banyaknya cabang perlombaan yang diperlombakan. Sekali lagi, kami sangat mengapresiasi upaya seluruh panitia, Kepala Desa, dan Camat beserta seluruh masyarakat," ujar Wakil Bupati Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si.,
Beliau menegaskan bahwa tidak ada acara yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Namun, kegiatan ini sudah dinilai sangat luar biasa, terutama karena dukungan dan partisipasi masyarakat jauh lebih besar dibandingkan bantuan pemerintah.
 
"Keberhasilan sebuah kegiatan tidak diukur dari seberapa besar anggaran atau hadiahnya, melainkan dari seberapa besar partisipasi masyarakatnya. Kalau masyarakat bergerak sendiri, mampu mengelola dan mengatur kepanitiaan, itu artinya kegiatan itu berhasil. Itulah yang terjadi di Budong-Budong," tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengungkapkan rencana Pemkab Mamuju Tengah untuk menyelenggarakan event perlombaan antar-kecamatan dan antar-desa pada peringatan HUT RI tahun-tahun mendatang. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit prestasi sejak dini, baik di bidang seni maupun olahraga.
 
"Prestasi tidak muncul tiba-tiba. Harus ada perencanaan matang, latihan yang berkelanjutan, pembinaan bakat, serta mental tanding yang kuat. Budong-Budong sudah lama dikenal selalu berbuat maksimal, meski dalam kondisi serba keterbatasan. Ini modal berharga yang harus kita kembangkan," tambahnya.
 
Pesan Penting, Waspada Cuaca Ekstrem, Dilarang Membakar Lahan. Di akhir sambutan, Wakil Bupati menyampaikan imbauan serius kepada seluruh Kepala Desa dan masyarakat terkait kondisi cuaca yang masih ekstrem. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan berlanjut hingga awal tahun depan, yang berpotensi menimbulkan krisis air bersih dan pemadaman listrik bergilir karena pembangkit listrik tenaga air juga terdampak.

"Khususnya yang paling penting dalam kurun waktu satu bulan saja, sudah tercatat lebih dari 30 titik kebakaran hutan dan lahan di Mamuju Tengah. Saya mohon kepada Bapak dan Ibu Kepala Desa, tolong sosialisasikan terus kepada masyarakat, jangan membakar lahan!" himbaunya.
 
Beliau menjelaskan bahwa pembakaran lahan tidak hanya berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, tetapi juga melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana. Selain itu, dengan teknologi satelit saat ini, setiap titik api dapat langsung terdeteksi dari pusat.
"Kalau ingin membersihkan lahan, sampah-sampahnya ditanam saja atau dikumpulkan. Jangan dibakar. Ingat, ini sudah masuk ranah pidana. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama," pesan Wakil Bupati.(***)

Penulis.      : sarwis

3ditor.         : @ppi.