Kemarau Membawa Duka Air Bersih Langka, Sungai Jadi Tempat Mandi.

MATENG Jurnal .Com.
., Dari pantauan media Online Jurnal.Com. duka mendalam menyelimuti warga Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat ketersediaan air bersih semakin menipis, memaksa sebagian warga turun ke sungai untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, hingga minum. Di satu sisi sungai menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup, namun di sisi lain, arus air yang surut justru membuka pintu bahaya yang mengancam nyawa.
 

Dalam sebulan terakhir saja, sudah beberapa warga menjadi korban serangan buaya di aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan mereka. Duka terbaru datang ketika seorang anak yang sedang beraktivitas di tepi sungai terkam dalam pengawasan seekor buaya naik ke darat dan menangkapnya. Hingga kini, anak itu belum ditemukan.
 
"Sungguh keprihatinan yang tak terlukiskan. Warga terpaksa pergi ke sungai karena tidak ada air bersih di rumah. Mereka mencari air untuk bertahan hidup, namun keselamatan justru menjadi taruhannya," ungkap warga setempat.
Kondisi ini menempatkan masyarakat pada situasi yang sangat sulit: bertahan hidup dengan air yang berisiko, atau kehabisan air. Tidak ada pilihan yang mudah. Semoga ini menjadi kejadian terakhir yang membawa air mata. Kami mengimbau kepada seluruh warga, sebisa mungkin berhati-hati, jangan sendirian saat berada di tepian sungai, dan selalu mengutamakan keselamatan di atas segalanya(**)

Sarwis