MATENG -- (Mamuju Tengah)
Jurnal Pendidikan.Kuaat.Com.,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah menggelar kegiatan penyusunan rencana kebutuhan dan pengangkatan GTK (ANJA). Langkah strategis ini diambil dalam upaya merapikan data kepegawaian yang selama ini dinilai belum akurat dan tidak sinkron.
Kepala Dinas Pendidikan Mamuju Tengah, Marhuding, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa selama ini distribusi guru belum jelas, di mana ada satuan pendidikan yang kelebihan namun di sisi lain masih ada yang kekurangan. Data yang terekam dalam aplikasi Dapodik ternyata tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Hasil pengecekan menunjukkan terjadi surplus atau kelebihan guru kelas sebanyak 31 orang. Hal ini disebabkan penerimaan di masa lalu sering tidak berdasarkan pada kebutuhan riil, melainkan lebih kepada faktor hubungan emosional atau kekeluargaan,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, tidak sedikit guru yang sudah bersertifikasi namun justru tidak mendapatkan jam mengajar yang memadai, sehingga nasib karir dan kesejahteraannya menjadi tidak jelas.
Terkait solusi ke depan, beberapa opsi seperti mutasi keluar atau menunggu masa pensiun dinilai memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini pihaknya akan melakukan bedah data secara perorangan agar data menjadi valid, akurat, dan postur kepegawaian segera dapat tertata dengan baik dan proporsional.(***)
Social Plugin