Ancaman Narkoba dan Prostitusi Bayangi Generasi Muda di Mamuju Tengah ",

MATENG-JURNAL PENDIDIKAN KUAAT COM --Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menghadapi ancaman serius terhadap generasi mudanya. Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, mengungkap tingginya penyalahgunaan narkoba serta maraknya praktik prostitusi yang kian meresahkan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Askary Anwar saat memberikan sambutan dalam pengukuhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Aula Kantor Bupati, Selasa, 7 April 2026. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kapolres Mamuju Tengah dan menerima laporan yang mengkhawatirkan terkait tingginya penggunaan obat-obatan terlarang di daerah Bumi Lalla Tassisara. "Ini bukan angka kecil. Ini sudah menjadi ancaman nyata. Kita butuh peran semua pihak, terutama Dharma Wanita dan ibu-ibu PKK yang memiliki jangkauan langsung ke keluarga," tegasnya. Menurut Askary, persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius bagi masa depan daerah. "Ini merusak generasi kita. Korban terbanyak adalah anak-anak kita sendiri. Jika keluarga tidak menjadi benteng pertama, kita bisa kehilangan satu generasi," ujarnya. Selain narkoba, Askary juga menyoroti tingginya praktik prostitusi di Mamuju Tengah. Ia mengungkap adanya laporan dari masyarakat yang menunjukkan kondisi sosial yang kian memprihatinkan. "Saya sering didatangi tokoh masyarakat. Mereka mengadu, saat keluar untuk sholat subuh, yang terlihat bukan pemandangan yang menyejukkan, tetapi anak-anak perempuan berpakaian minim," ungkapnya. Ia menilai fenomena tersebut menjadi peringatan serius bahwa persoalan sosial di daerahnya sudah berada pada tahap yang tidak bisa diabaikan. Askary tegaskan, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat penting dalam memutus rantai persoalan tersebut. "Ini salah satu perang ibu-ibu. Edukasi dari keluarga sangat penting. Dari rumah kita bisa menyelamatkan lingkungan," katanya. Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah konkret melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat kepolisian. "Kita akan bergerak bersama untuk melakukan penertiban, tetapi yang utama adalah pembinaan, baik kepada keluarga maupun masyarakat," jelasnya. Mantan Sekretaris Daerah MamujuTengah itu menambahkan, berbagai laporan yang diterima merupakan sinyal awal dari persoalan yang lebih besar jika tidak segera ditangani. "Ini gejala awal. Jika tidak segera kita tangani, dampaknya akan jauh lebih besar ke depan, pungkasnya (***)